Budidaya ikan lele

Budidaya Ikan Lele Bagi Pemula : Agar Bibit Tidak Mati Massal

Halo, kembali bersama Petani Magma. Siapa dari para pembaca yang suka makan ikan lele? Jenis ikan yang satu ini memang memiliki rasa daging yang uenak dan sangat mudah diternakkan. Banyak sekali rumah makan yang menyajikan jenis ikan ini sebagai sajian utama mereka.

Tak heran jika budidaya ikan lele banyak dilirik oleh para pebisnis di bidang perikanan karena mampu mendatangkan profit yang sangat besar. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk membudidayakan salah satu ikan yang berkumis ini, ada satu fakta yang tak boleh diabaikan. Yaitu : bibit lele seringkali mati massal!

Penyebab Bibit Ikan Lele Sering Mati Massal

Fenomena benih atau bibit (larva) ikan lele yang mati secara bersamaan dalam jumlah banyak memang meresahkan peternak lele, terutama yang masih coba-coba atau trial. Bagi pemula, mungkin banyak yang belum tahu jika cara memperlakukan ikan lele yang sudah besar dengan yang masih benih cukup berbeda.

Dan karena ketidaktahuan ini, akibatnya banyak larva lele yang menggelepar tanpa diberi penanganan yang tepat. Nah, penyebab utama dari kematian mendadak ikan lele massal adalah karena rasa stres yang mendera mereka. Dari segi ekonomi, tentu saja hal ini akan merugikan peternak karena uang modal banyak yang terbuang percuma.

Selain itu persiapan yang kurang matang dari segi alat dan bahan untuk budidaya ikan lele juga bisa menyebabkan benih yang disemai di kolam menjadi mati. Tak hanya itu, kolam yang beracun, pH air yang berubah, hingga suhu kolam terlalu panas bisa menjadi penyebab mereka (benih lele) meregang nyawa.

Lalu Bagaimana Ya, Cara Untuk Ternak Ikan Lele Agar Tidak Banyak Yang Mati?

Jika Anda ingin budidaya ikan lele, sangat penting untuk mengetahui cara agar ternak ikan lele tidak banyak yang mati. Nah, Anda pun akhirnya harus mengetahui berbagai persiapan yang harus dilakukan agar benih tidak cepat mati, terutama dalam jumlah banyak. Berikut ini diantaranya :

  1. Mempersiapkan air kolam serta habitat baru ikan lele sebaik mungkin

Ketika ingin ternak lele, banyak para pembudidaya yang membeli benih dalam jumlah ratusan bahkan ribuan. Penting bagi mereka untuk mempersiapkan habitat baru bagi para benih dengan luas yang sesuai dengan jumlah ikan. Selain itu, berbagai poin berikut harus diperhatikan :

  • Ketinggian air jika berada di bawah 40 cm, hendaknya kolam diberi pelindung agar suhu tetap terjaga.
  • Jika tinggi air > 40 cm, lakukan pengendapan hingga setidaknya selama seminggu penuh. Setelah itu, air kolam disarankan untuk diberi campuran probiotik.
  • Untuk kepadatan ikan lele, hendaknya maksimal jumlah benih yang ditebar adalah 300 ekor per meter persegi. Jika jumlah benih dan luas kolam tidak sesuai, bibit bisa lebih cepat stres karena harus berdesakan dengan ratusan benis lain di tempat sempit.
  1. Cari bibit lele yang berkualitas

Sekarang ini untuk cari bibit lele yang berkualitas pun hendaknya dilakukan melalui penjual benih lele terbaik di daerah Anda. Mereka pastinya menjual bibit yang memiliki kualitas tinggi sehingga tidak mudah mati nantinya. Akan lebih baik jika Anda cari bibit dari indukan yang telah memiliki sertifikasi serta berpenampilan sehat.

  1. Waktu tebar benih yang tepat

Ketika Anda sudah mendapatkan benih lele yang tepat dan berpenampilan sempurna, yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah waktu tebar (semai) benih lele di kolam. Akan lebih baik jika Anda melakukannya pada pagi hari saat matahari belum tinggi atau sore hari ketika matahari hendak terbenam. Menebar benih pada saat hari masih panas bisa meningkatkan tingkat stres dari para benih.

  1. Pemberian pakan harus teratur

Setelah itu, aspek yang tak kalah pentingnya adalah pemberian pakan bagi para benih. Carilah pakan yang berkualitas dengan nutrisi yang cukup agar kebutuhan gizi ikan lele terpenuhi. Namun begitu, setelah ditebar, pada hari pertama biarkan ikan lele kelaparan (tanpa asupan makanan sama sekali).

Baru hari berikutnya pakan lele atau pelet diberikan secara teratur mulai dari pagi hari, siang, hingga malam hari. Ukuran dari pakan yang diberikan jangan terlalu banyak, karena hal ini akan mengakibatkan lele merasa kembung. Pada hari berikutnya, barulah pakan diberikan dalam porsi yang wajar.

Dengan memperhatikan berbagai hal tersebut, budidaya ikan lele tanpa ada satupun ikan yang mati bukanlah suatu kemustahilan belaka. Jadi, jangan takut lagi akan fenomena mati massal pada benih lele yang baru saja ditebar. Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *