Lele Mutiara

Keunggulan Bibit Lele Mutiara : Mutu Tiada Tara!!

Bagi pembudidaya ikan lele, kualitas benih ikan merupakan salah satu indikator kesuksesan bisnis mereka. Nah, bagi Anda yang juga ingin ternak ikan lele, ada jenis lele yang punya kualitas yang bagus, yaitu ikan lele Mutiara.

Konon katanya, lele jenis Mutiara merupakan salah satu jenis lele yang dilepas ke masyarakat melalui keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2015. Tak pelak lagi, bibit ikan lele jenis Mutiara ini memiliki berbagai keunggulan.

Penampilan Fisik Ikan Lele Jenis Mutiara

Tahukah Anda jika Mutiara yang menjadi nama jenis lele di Indonesia ini merupakan singkatan dari “Mutu Tinggi tiada Tara”? Ya, lele Mutiara merupakan jenis ikan lele yang diklaim memiliki berbagai keunggulan dibandingkan jenis lele lainnya.

Secara fisik, lele jenis Mutiara bisa memiliki ukuran hingga 5 kali lipat dari ukuran lele biasanya. Warnanya juga lebih kemerahan dan agak segar daripada lele biasa yang berwarna gelap. Karena penampilan fisiknya yang sangat unggul, banyak pembudidaya ikan lele yang akhirnya membiakkan lele jenis ini di kolam mereka.

Berbagai Keunggulan Lele Jenis Mutiara Daripada Jenis Lele Lain

Secara fisik saja lele jenis Mutiara memiliki bentuk yang lebih “menggiurkan” daripada jenis lele lainnya. Namun, ternyata ada berbagai keuntungan lain dari jenis lele ini dibandingkan dengan jenis lele lain yang berukuran kecil seperti berikut :

  1. Masa panen ikan mutiara cukup singkat

Bagi pembudidaya lele, masa panen menjadi salah satu hal yang cukup penting untuk diperhatikan. Dengan padat tebar sebanyak 100 ekor per meter persegi, ikan lele jenis  Mutiara bisa dipanen dalam waktu minimal 40 hari. Sedangkan dengan padat tebar sebanyak 200 hingga 300 ekor per meter persegi, waktu panennya adalah minimal 60 hari.

  1. Memiliki laju pertumbuhan yang cukup tinggi

Benih atau larva lele yang dijual biasanya berukuran 5 cm hingga 9 cm (dikategorikan menjadi 5-7 cm hingga 7-9 cm). Nah, lele jenis Mutiara memiliki laju pertumbuhan yang cukup tinggi, bahkan hingga mencapai 40% dari lele biasanya. Dengan tingkat pertumbuhan tinggi, lele pun akan memiliki besar yang lebih daripada jenis lele lainnya.

  1. Rasio konversi pakan yang cukup rendah

Kebutuhan pakan perlu dikalkulasi untuk mendapatkan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran dari bisnis budidaya ikan lele. Rasio pemberian pakan ikan lele jenis Mutiara setelah diteliti ternyata berkisar di angka 0,6 hingga 0,8 saat pendederan. Dan 0,8 hingga 1,0 pada saat ikan sudah mulai besar.

  1. Produktivitas relatif tinggi

Ikan lele dengan jenis Mutiara dikenal akan produktivitasnya yang memang cukup tinggi. Dibandingkan dengan benih-benih ikan lele jenis strain lainnya, produktivitas lele jenis Mutiara berkisar di angka 20 hingga 70%. Angka yang cukup tinggi dan mampu menguntungkan peternak.

  1. Memiliki keseragaman ukuran yang cukup tinggi

Keseragaman ikan lele merupakan nilai plus bagi setiap peternak ikan lele. Karena para pembeli ikan lele lebih suka membeli ikan dengan keseragaman ukuran yang baik. Nah, lele jenis Mutiara ini merupakan jenis ikan yang punya keseragaman ukuran cukup tinggi lho. Bahkan presentasi panen tanpa sortir mencapai angka 80%.  

Selain itu ikan lele jenis Mutiara juga merupakan jenis ikan yang memiliki ketahanan terhadap penyakit yang cukup tinggi. Dengan memiliki berbagai keuntungan tersebut, wajar saja jika bibit lele Mutiara sangat disukai oleh para peternak. Apakah Anda juga termasuk salah satunya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *